Selasa, 22 November 2016

Tugas Individu 3 : Review Jurnal Telematika TI/TK

Aplikasi Sistem Pakar Penentuan Kesehatan
Makanan Khas Sulawesi Utara

Tujuan

Membantu pengguna dalam mendapatkan informasi makanan khas Sulawesi Utara, baik informasi berupa komposisi makanan, informasi nilai gizi dan juga saran kesehatan bagi pengguna.

Metode Penelitian

Komunikasi 
Pada tahap ini, penulisi komunikasi langsung dengan pihak pembuat makanan khas Sulawesi Utara dan rumah makan yang menyediakan makanan khas Sulawesi Utara. Komunikasi yang dilakukan berupa wawancara dengan pembuat makanan khas Sulawesi Utara. Wawancara dilakukan sebanyak satu kali, wawancara dilakukan untuk mengetahui kebutuhan perangkat lunak yang akan dibangun. 

Pemodelan 
Semua hasil analisa kebutuhan pengguna dan kebutuhan sistem didefinisikan dalam bentuk diagram UML sedangkan interface sistem dimodelkan dengan storyboard

1) Usecase Diagram
untuk mendefinisikan aktivitas-aktivitas pengguna sistem dan interaksi antara pengguna dengan sistem maupun interaksi antar pengguna. Usecase diagram aplikasi sistem pakar penentu kesehatan makanan khas Sulawesi Utara berbasis Android, digambarkan interaksi antara aktor (user)dengan sistem. Di sini digambarkan aktor (user) melakukan beberapa kegiatan seperti meihat menu makanan, mendapatkan informasi makanan dan inforasi gizi makanandan melihat menu “tentang”. 

2) Flowchart. 
Pembuatan algoritma ini berfungsi dalam tahap konstruksi, dimana ketika melakukan pemrograman akan didasari pada algoritma-algoritma yang dibuat pada fase ini. 

3) Pohon Keputusan Dan Kaidah Produksi. 
Pohon keputusan merupakan grafik yang akan menjelaskan objekobjek yang dihubungkan dengan gari-garis berlabel (“Ya” atau “Tidak”), alasan digunakan pohon keputusan ini adalah karena lebih mudah dipahami dalam pemecahan masalah. 

C. Klasifikasi Bertingkat. 
Klasifikasi bertingkat ini bertujuan untuk mendukung dan menjelaskan pohon keputusan yang telah di buat. Dari klasifikasi bertingkat dapat dilihat dari cabang makanan ke ranting komposisi lanjut ke daun komponen informasi nilai gizi. 

D. Aturan atau Role Pada aturan (Rule)
Pada aturan (Rule), dengan melihat Tabel 2, dapat ditentukan aturan yang digunakan untuk semua makanan khas Sulawesi Utara
1) IF Lemak >= 24% AND<= 36% THEN Sehat, ELSE Tidak Sehat 
2) IF Protein >= 9% AND<= 14% THEN Sehat, ELSE Tidak Sehat 
3) IF Karbohidrat >=54% AND <= 63% THEN Sehat, ELSE Tidak Sehat 

Hasil
Menggunakan metodologi RAD dan klasifikasi bertingkat maka didapatkan hasil. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa beberapa makanan khas Sulawesi Utara memiliki kelebihan lemak, protein dan karbohidrat. Oleh karena itu dilakukan dua pengujian yaitu pengujian akurasi dan pengujian halaman aplikasi.

Pengujian akurasi dilakukan untuk megetaui performa sistem dalam menganalisa data yang di input. Data yang diuji berjumlah 15 simple makanan, yakni dengan cara meghitung satu persatu komposisi makanan untuk mendapatkan informasi kandungan nilai gizi dimasing-masing makanan dengan menggunakan rumus.

Pengujian halaman aplikasi dilakukan untuk penataan letak dari informasi yang terdapat pada aplikasi seperti Tampilan menu untuk setiap halaman-halaman aplikasi berisi Tampilan Informasi Komposisi dan Informasi Nilai Gizi
 .
Kesimpulan
Aplikasi ini menggunakan adanya sistem pakar sebagai meminimalisir biaya dan mengefisiensikan waktu dalam memperoleh informasi kesehata makanan khas Sulawesi Utara yang mana pengguna applikasi dapat memperoleh informasi makanan baik komposisi dan informasi gizi maupun saran kesehatan dan menggunakan klasifikasi bertingkat yang tujuannya mampu membantu menyelesaikan dalam menentukan makanan yang sehat dan yang tidak sehat.


DAFTAR PUSTAKA 

[1] Fowler, Martin, 2005. UML Distilled Edisi 3, Andi. Yogyakarta.. 

[2] Hardiyansyah, Riyadi Hadi dan Napitipulu Victor, 2012. Kecukupan Energi, Protein, Lemak dan Karbohidrat. Tesis Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Departemen Gizi. Universitas Indonesia. Jakarta. 

[3] Kaburuan Yonna G, Sentinuwo Steven R., Manembu Pinrolinvic D. K. 2015. Rencana Bangun Aplikasi Uji Kepribadian MBTI Berbasis Android Menggunakan Sistem Pakar. Skripsi Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Informatika Universitas Sam Ratulangi. Manado. 

[4] Nugroho Bunafit. 2014. Aplikasi Sistem Pakar dengan PHP dan Editor Dreamweaver. Gava Media. Jogjakarta 

[5] Preesman, Roger S. 2010. Software Engineering : A Practitioner’s Approach, Seventh Edition. Mc Graw Hill Higher Education. 

[6] Turban, E. (1995). Decision Support and Expert System; Management Support System. Newyork: Prentice-Hall. 

[7] Center of Reliable Health Information, 6 Akibat kelebihan Lemak dalam Tubuh. http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduangizi/akibat-kelebihan-lemak, 11 Oktober 2015 

[8] Center of Reliable Health Information, 11 Akibat Kelebihan Karbohidrat dalam Tubuh. http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/akibat-kelebihankarbohidrat, 11 Oktober 2015 

[9] MIT App Inventor, Getting Started With App Inventor. http://appinventor.mit.edu/explore/get-started.html, 1 Februari 2016. 

[10] Scott W. Ambler 2010, Disciplined Agile Delivery (DAD) Lifecycles. https://www.ibm.com/developerworks/community/blogs/ambler/entry/disciplined_agile_delivery_dad_lifecycle14, 29 September 2015. 

[11] Sektioko. Bambang , Resep Sambal Roa Mando. http://www.cararesep.com/resep-sambal-roa-manado.html, 28 September 2015. 

[12]Tm Cetak, Reporter, Ular Patola Bumbu Rica-rica Sembuhkan Asma. http://manado.tribunnews.com/2014/08/31/ular-patola-bumburica-rica-sembuhkan-asma, 28 September 2015. 

[13]Wolajan. Finnike, Rahasia Nikmatnya Ragey Om Wagey Minahasa. http://manado.tribunnews.com/2014/08/16/rahasia-nikmatnyaragey-om-wagey-minahasa, 28 September 2015. 

[14]Wisata Kuliner, Makanan Khas Sulawesi Utara. http://www.seputarsulut.com/makanan-khas-sulawesi-utara/. 11 Februari 2015.


Sumber Jurnal : Aplikasi Sistem Pakar Penentuan Kesehatan Makanan Khas Sulawesi Utara ( Mirror Dokumen Jurnal ke Google Drive )

Rabu, 26 Oktober 2016

Makalah GDSS ( Group Decision Support System )

TUGAS SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
GDSS (  Group Decision Support System )

4KA32

Anggota Kelompok : 
Franky Manaex MS (13113572)
Hardi Setiawan ( 13113912 )
Hastri Pindha Y ( 13113978 )
Hera Iriyanti H ( 14113050 )


Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
2016

Group Decision Support System

1.      Pengertian Group Decision Support System
GDSS merupakan suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suatu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama. Atau bisa dikatakan GDSS adalah sistem pendukung keputusan kelompok yang berusaha memperbaiki komunikasi diantara para anggota kelompok dengan menyediakan lingkungan yang mendukung dan mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat lunak GDSS yang disebut groupware. Komponen – komponen GDSS meliputi hardware, software, dan orang prosedur.

2.      Komponen GDSS
Komponen – Komponen yang terdapat pada GDDS adalah :
o   Hardware
Keperluan hardware minimal untuk setiap system mencakup :
·         Peralatan input/output
·         Prosedur
·         Jalur komunikasi antara peralatan I/O dan prosesor
·         Layar tampilan untuk umum atau monitor perorangan guna menampilkan informasi kepada kelompok.

Yang diinginkan adalah suatu desain yang memungkinkan setiap peserta bekerja secara independen terhadap yang lain, bisa menampilkan kerja/hasil karya perorangannya kepada seluruh anggota, dan melihat hasil karya orang lain dan karya kelompok secara keseluruhan.

o   Software
Komponen software GDSS :
·         Database
·         Base model
·         Program aplikasi khusus
·         Interface

Beberapa sistem GDSS yang spesifik tidak memerlukan database. Tetapi sebagian besar sistem yang canggih akan terdiri dari database yang digabungkan dengan base model, bahasa tingkat tinggi untuk penulisan program, dan interface yang mempunyai tingkat manajerial standar (grafik, paket statistik, spreadsheet, dsb). Komponen teknologi GDSS yang paling khusus adalah software aplikasi yang dikembangkan secara khusus untuk mendukung kelompok dalam proses keputusan.

Fasilitas yang terdapat dalam software ini diantaranya :
A.    Fasilitas dasar :
                  Penciptaan teks dan file data, modifikasi, dan penyimpanan
                  Word processing
                  Fasilitas pembelajaran untuk pemakai GDSS yang belum mampu
                  On line help
                  Worksheet, spreadsheet, decision trees, dan alat lain untuk menampilkan angka dan teks
                  secara grafis
                  Manajemen database

B.     Fasilitas kelompok :
                  Peringkasan grafik dan bilangan
                  Menu yang memberitahu (prompt)
                  Program untuk prosedur kelompok khusus
                  Metode penganalisaan interaksi kelompok
                  Transmisi teks dan data

o   Orang
Komponen orang dalam GDSS melibatkan anggota grup dan fasilitator yang bertanggung jawab melancarkan operasi dari teknologi GDSS.

o   Prosedur
Komponen prosedur dapat memudahkan operasi dan membuat penggunaan teknologi oleh anggota kelompok menjadi efektif. Prosedur ini mungkin hanya berlaku untuk operasi hardware, dan software, atau mungkin bisa dikembangkan lagi untuk mencakup aturan mengenai pembahasan verbal di antara anggota dan arus kejadian (event) selama meeting kelompok.

3.      Ciri Terpenting GDSS
Ciri – ciri terpenting GDSS diantaranya :
1.      GDSS sistem informsi yang di desain khusus, bukan sekedar konfigurasi komponen sistem yang telah ada.
2.      GDSS di desain dengan tujuan mendukung grup mengambil keputusan dalam pekerjaannya. Maka GDSS harus meningkatkan proses pegambilan keputusan dan atau hasil keputusan grup dibandingkan dengan keadaan tak menggunakan GDSS.
3.      GDSS mudah untuk dipelajari dan digunakan
4.      GDSS bisa didesain untuk 1 jenis masalah atau untuk berbagai keputusan organisasional level grup.
5.      GDSS di desain untuk mendorong bermacam-macam aktivitas seperti peneluran ide, penyelesaian konflik, dan kebebasan berekspresi.
6.      GDSS memiliki mekanisme ikutan yang mengecilkan berkembangnya perilaku negatif grup, seperti konflik yang merusak, miskomunikasi, atau ”groupthink”.

4.      Tujuan dan Level-level GDSS
Tujuan dari GDSS adalah untuk meningkatkan produktivitas dan keefektivan pertemuan-pertemuan untuk pengambilan keputusan, baik dengan mempercepat proses pengambilan keputusan atau dengan meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan. Tujuan tadi dapat diperoleh dengan menyediakan dukungan pada pertukaran ide, opini, dan preferensi dalam grup.

Teknologi GDSS dibagi menjadi 3 level :

Level 1 : Dukungan Proses
Item yang didukung oleh sistem ini:
1.      Pengiriman pesan / message elektronik diantara para anggota grup.
2.      Hubungan jaringan ke setiap terminal PC anggota pada anggota grup yang lain, fasilitator,layar buat publik, database, atau sembarang CBIS umum lainnya.
3.      Layar buat publik tersedia di setiap terminal anggota grup atau dapat dilihat oleh semua anggota di pusat.
4.  Masukan dalam hal pemungutan suara dan ide yang terlindungi siapa pencetusnya untuk meningkatkan partisipasi anggota grup.
5.      Pengumpulan ide atau pemungutan suara dari setiap anggota grup untuk mendorong partisipasi dan merangsang kreativitas.
6.   Penyimpulan dan penampilan ide dan opini, termasuk ringkasan secara elastik dan penampilan jalannya pemungutan suara (pada layar publik).
7.      Satu format untuk agenda yang dapat disetujui oleh grup untuk membantu organisasi pertemuan
8.      Menampilkan agenda secara kontinyu, seperti halnya informasi yang lain, untuk menjaga pertemuan tetap pada jadwalnya.

Level 2 : Dukungan Pengambilan Keputusan
Pada level ini software ditambahi kemampuan dalam pemrosesan dan analisis keputusan. Fiturnya :
1.      Perencanaan dan model keuangan
2.      Pohon keputusan
3.      Model probabilitas penilaian
4.      Model alokasi sumber daya
5.      Model pertimbangan sosial


Level 3 : Aturan Penugasan
Pada level ini suatu software khusus ditambahi dengan aturan penugasan. Misal, beberapa aturan dapat menentukan urutan pembicaraan, tanggapan yang sesuai, atau aturan pemungutan suara.

5.      Jenis GDSS
Jenis – jenis yang terdapat dalam GDSS adalah :
1.      Sistem pengelolaan koneksi
Menyediakan mekanisme fisik melalui mana orang-orang yang terlibat dalam suatu keputusandapat berkomunikasi. Misalnya : WAN arsitektur.
2.      Manajemen Komunikasi
Meningkatkan arus informasi melalui fasilitas untuk menyimpan, reply, forward, dll.
Misalnya: paket suara elektronik dan grup diskusi.
3.      Sistem Manajemen konten
Memberikan kecerdasan dalam proses routing – system mengetahui di mana dokumen pergi, setelah pengguna saat ini berakhir dengan itu, atau di mana pesan harus pergi sekali itu dimasukkan. Misalnya : Keputrusan system konferensi.
4.      Proses Manajemen
Mengingat isi informasi dalam aliran dalam memutuskan apa yang harus hubungannya dengan manajemen.

6.      Keuntungan & Kerugian GDSS
Keuntungan GDSS:
·         Anonymity – mengusir ketakutan yang dalam arti sebagai untuk mendapat keputusan yang lebih baik dari perbedaan hierarki para pembuat keputusan.
·         Parallel Communication – menghilangkan monopoli menyediakan peningkatan partisipasi, keputusan yang lebih baik
·         Automated Record Keeeping – tidak perlu mencatat, karena semuanya otomatis terekam
·         Ability for Virtual Meeting – hanya membutuhkan perangkat keras, perangkat lunak dan orang-orang terhubung
·         Portability – dapat dibentuk menjadi portable .. laptop
·         Global Potential – orang-orang dapat terhubung dari seluruh penjuru dunia
·         No Need for Computer Guru – walaupun masih diperlukan untuk hal-hal dasar

Kekurangan GDSS:

·         Cost – biaya infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak/ruangan/konektifitas jaringan dapat menjadi sangat mahal dalam melakukan diskusi tatap muka jarak jauh.
·         Security – Kerentanan keamanan yang sangat minimun dari fasilitator dapat mengakibatkan karyawan tingkat rendah yang dapat membocorkan rahasia ke khalayak umum
·         Technical Failure – Kemungkinan dapat terjadi kehilangan daya dan kehilangan konektifitas jaringan yang sangat bergantung kepada bandwith dan infrastruktur LAN atau WAN dalam melakukan pembicaraan tatap muka jarak jauh.
·         Keyboarding skills – berkurangnya partisipasi dapat terjadi, karena pendengar akan frustasi akibat juru ketik pembicaraan yang terlalu cepat atau terlalu lambat dari pembicara dalam pengetikan suatu pembicaraan atau yang dibicarakan.
·         Training – Kemungkinan dalam kehadiran untuk belajar dari pengguna yang tergantung situasi dari keadaan pembahasan atau topik yang dibicarakan yang mungkin sangat kurang disukai.
·         Perception of Messages – dalam arti jika kurangnya komunikasi secara verbal sangat memungkinkan terjadinya kesalah pahaman antara pendengar.


                                                          
7.      Manfaat GDDS

Manfaat GDSS antara lain yaitu:

·         GDSS memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data atau informasi bagi pemakainya.
·         GDSS membantu pengambil keputusan dalam penghematan waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah.
·         GDSS dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
·         GDSS mampu menyajikan berbagai alternatif
·         GDSS dapat menyediakan bukti tambahan untuk memberikan pembenaran sehingga dapat memperkuat posisi pengambil keputusan.


8.      Implikasi masa depan GDSS
Impilikasi yang mungkin akan terjadi dimasa depan pada GDSS tersebut adalah :
·         Mengintegrasikan ke dalam kerangka kerja perusahaan yang ada.
·         GDSS membawa perubahan yang harus dikelola
·         GDSS akan menggabungkan Artificial Intelligence and Expert Systems yang dimana software tersebut akan belajar dan membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik.
·         Penurunan biaya akan memungkinkan banyak organisasi untuk menggunakan GDSS.
·         Meningkatkan pelaksanaan GDSS dengan pelanggan
·         Suara pelanggan kebutuhan mereka dalam lingkungan yang tidak mengancam.