Minggu, 19 Maret 2017

Contoh Etika Berprofesi Didalam Bidang Sistem Informasi

Tugas Softskill 1 : Etika & Profesionalisme TSI


Contoh Etika Berprofesi Didalam Bidang Sistem Informasi

Penjualan Online

Penjualan Online atau E-commerce merupakan suatu bentuk pasar situs dunia maya yang terjadi dengan secara online atau menggunakan dunia maya atau internet antara penjual dan pembelinya, secara garis besar suatu orang-orang yang menggunakan termasuk user dari situs penjualan online atau e-commerce harus menaati peraturan yang berasas dari hukum IT dan Internet dalam teknologi informasi dalam menjalankan bisnis melalui fasilitas IT dan juga harus bertanggung jawab penuh apa yang dilakukan dalam dunia IT.


Jika penjualan online tidak memenuhi etika-etika profesi makan akan ada kemungkinan terjadi banyak masalah yang dapat merugikan dari kedua pihak yaitu penjual maupun pembelinya atau pelanggannya, dalam satu contoh akan ada penipuan dari penjualan kepada pembelinya yang mana informasi dari penjualannya tidak sama dengan yang dijualnya kepada pelanggannya dan juga penipuan dalam transaksi oleh pelanggannya pada saat membayar sejumlah dengan harga yang dijual namun barangnya tidak dikirim.


[] 
http://cybercomunite.blogspot.co.id/2013/05/contoh-etika-profesi-it.html

ETIKA, PROFESI dan PROFESIONALISME dalam TSI

Penulisan Tugas 1 Softskill : Etika & Profesionalisme TSI


  • Pengertian Etika Profesi dan Profesionalisme
  • Ciri-ciri Profesionalisme
  • Kode etik Profesionalisme
[] Pengertian Etika Profesi
Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

Profesi pada bahasa asal latinnya yaitu "Proffesio" yang mempunyai dua arti yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. yang mana secara pengertian luasnya menjadi kegiatan "apa saja" dan "siapa saja" untuk mendapatkan / memperoleh hasil yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu dan dalam arti sempit merupakan kegiatan yang dijalankan dari keahlian tertentu yang mana sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.

Pengertian Profesi adalah Profesi yang hal berkaitan dengan bidang tertentu yang mana memilki tingkat jabatan-jabatan dari pekerjaan yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian seseorang yang dimilikinya dan juga akan dituntut didalam pekerjaannya dalam bentuk formal dan tidak formal. Pekerjaan tidak sama dengan profesi karena memilki perbandingan diantaranya yaitu :
  1. Sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi.
  2. Profesi memilki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai ketentuan, sedangkan pekerjaan kebalikan dari profesi yang mana memilki tidak aturan yang rumit seperti profesi.
[] Ciri-ciri Profesionalisme
Ciri-ciri dari profesianlisme yang diantaranya dibawah ini :
  1. Memiliki kemampuan, keterampilan dan pengetahuaan yang tinggi dalam perencanaan dan menggunakan peralatan tertentu yang di perlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidangnya.
  2. Memilki tanggung jawab profesi dan memilki integritas yang tinggi.
  3. Mampu bekerjasama dan dapat menjalin hubungan baik dengan organisasi dari rekan-rekan kerja profesinya.
  4. Mampu menjaga kerahasiaan dari sebuah data dan informasi.
  5. Mampu menjunjung tinggi kode etik dan disiplin etika.
adapun ciri-ciri dari profesi yang diantaranya dibawah ini:
  1. Profesi dari pekerjaan mempunyai signifikasi sosial karena diperlukan dalam mengabdi kepada masyarakat.
  2. Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan yang lama dan itensif yang dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat di pertanggung-jawabkan.
  3. Profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu dan memiliki kode etik sebagai kaidahnya dalam berprilaku sebagai anggota dan memilki sangsi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik.
  4. Sebagai konsekuensi dari layanan yang diberikan kepada masyarakat, maka anggota profesi secara perorangan ataupun kelompok memperoleh imbalan finansial.
  5. Setiap pekerjaan terdiri dari kaum profesional yang akan menjadi anggota dari suatu profesi sebagai tolak ukurnya.


[] Kode etik Profesionalisme
Kode Etik Profesi merupakan norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok profesi sebagai landasan untuk mengatur tingkah laku moral sehari-hari profesi dalam tempat kerja dimana digunakan untuk melaksanakan tugas seorang atau kelompok profesi dalam pekerjaan.Salah satu contohnya ialah Sumpah Hipokrates yang digunakan sebagai kode etik untuk profesi seorang dokter. dengan adanya kode etik tersebut maka kode etik profesi yang berisikan sebuah nilai-nilai dan cita-cita yang diterima profesi itu sendiri dapat digunakan sebagai tumpuan harapan untuk dilaksanakan dengan tekun dan konsekuen, dan syarat lain yang terdapat pada kode etik agar berjalan dengan baik adalah melakukan pengawasan dalam pelaksanaan secara terus-menerus yang mana pada umumnya kode etik tersebut memilki sanksi-sanksi yang dikenakan jika terjadi pelanggaran yaitu : Sanksi moral dan Sanksi dikeluarkan dari organisasi.

Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi yang bagaimana pun sebagai lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah digaris besarkan dalam etika profesi sebagaimana mempertegas dan merincikan norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna dengan demikian kode etik profesi merukapan sistem norma yang aturannya ditulis secara jelas dan tegas yang terperinci tentang bagaimana seorang profesional itu dalam tindakan yang baik dan buruk dalam perbuatan dalam profesinya.

Adapun tujuan kode etik profesi yang diantaranya :

  1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
  2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan anggota
  3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  4. Untuk meningkatkan mutu profesi
  5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
  6. Meningkatkan layanan diatas keuntungan pribadi
  7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat
  8. Menentukan baku standarnya sendiri


[]


http://ega.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.10
http://iqbalhabibie.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.4
https://tirzarest.wordpress.com/2014/03/17/profesionalisme-dan-kode-etik-profesional/https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi






Jumat, 10 Februari 2017

Daftar Logika Kodingan Bentuk Segitiga

Berikut ini adalah beberapa daftar kodingan logika pemograman bentuk segitiga.
  • Segitiga sama sisi :
n = 6
FOR i = 1 TO n 
FOR k=n to i STEP -1 
PRINT “ “; 
NEXT k 
FOR j = 1 TO i 
PRINT “* ”; 
NEXT j 
PRINT “” 
NEXT i 
END 


Output : 
            *
        * *
          * * * 
          * * * * 
           * * * * * 
          * * * * * *
  • Segitiga sama sisi terbalik ke bawah :
n = 6
FOR i = n TO 1 STEP -1
FOR k=n to i STEP -1
PRINT “ “;
NEXT k
FOR j = i TO 1 STEP -1
PRINT “*   ”;
NEXT j
PRINT “”
NEXT i
END

Output :
* * * * * *
* * * * *
* * * *
* * *
* *
*

  • Segitiga Siku-siku kanan bawah:
n = 6
FOR i = 1 TO n 
FOR j = 1 TO i 
PRINT “*”; 
NEXT j 
PRINT “ ” 
NEXT i 
END 


Output: 

* 
** 
*** 
**** 
***** 
******
  • Segitiga Siku-siku kanan atas:
n = 6
FOR i = n TO 1 
STEP -1 
FOR j = 1 TO 1 
STEP -1 
PRINT “*”; 
NEXT j 
PRINT “” 
NEXT i 
END 

Output : 

****** 
***** 
**** 
*** 
** 
*
  • Segitiga Siku-siku kiri atas :
n = 6
FOR i = 1 TO n
FOR k=n to i STEP -1
PRINT “ “;
NEXT k
FOR j = 1 TO i
PRINT “*”;
NEXT j
PRINT “”
NEXT i
END

Output :
           *
         **
       ***
     ****
   *****
 ******
  • Segitiga Siku-siku kiri bawah :
n=6
FOR i = n TO 1 STEP -1
FOR k=n to i STEP -1
PRINT “ “;
NEXT k
FOR j = i TO 1 STEP -1
PRINT “*”;
NEXT j
PRINT “”
NEXT i
END

Output :
******
  *****
    ****
      ***
        **
          *

Sabtu, 14 Januari 2017

Tugas Penulisan : Makalah Perkembangan Telematika dan Pekembangannya Menggunakan Internet

Teknologi Telematika dan Perkembangannya
Pekembangan Google Maps dan Google Earth dalam Bidang Telematika




















Franky Manaex Mayakub Silalahi
13113572
4KA32



Fakultas Sistem Informasi
Universita Gunadarma
2017




Daftar Isi




BAB I Pendahuluan             ..................................................................

Latar Belakang                   ..................................................................
Rumusan Masalah              ..................................................................
Tujuan                               ..................................................................

BAB II Landasan Teori        ..................................................................

Pengertian Telematika        ..................................................................
Pengertian Google Maps      ..................................................................
Sejarah Singkat Google Maps             ....................................................
Perkembangan Layanan Google Maps ....................................................
Manfaat Layanan Google Maps ..............................................................

BAB III                             ....................................................................

Kesimpulan                      ....................................................................
Saran                               ....................................................................
Daftar Pustaka                 ....................................................................







BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
          Perkembangan Telematika sudah terasa sampai sekarang khususnya dalam penggunaan konektifitas jaringan internet, berbagai macam aplikasi tercipta untuk digunakan berbagai macam bidang menggunakan jaringan internet dengan berbagai macam perangkat seperti komputer dan smartphone. Banyaknya pengguna jaringan internet dan aplikasi yang menginginkan seseorang mencari informasi khususnya tata letak wilayah dan tempat maupun jalan-jalan protokol ke kota, desa atau wilayah lainnya menggunakan aplikasi tersebut.
Google Maps adalah sebuah layanan dari raja tertinggi didalam dunia internet / maya yang berasal dari perusahaan Google yang mana memberikan layanan informasi-infomarsi berupa peta internet dari seluruh tempat yang ada dibumi, hampir seluruh masyarakat dunia menggunakan aplikasi Google Maps ini yang mana memberikan dampak positif dalam bidang telematika.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dibahas pada makalah ini adalah:
1.   Apa pengertian telematika?  
2.   Apa pengertian google maps?
3.   Sejarah singkat google maps?      
4.   Perkembangan layanan google maps?
5.   Apa saja manfaat layanan google maps?

Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan makalah ini adalah:
1.   Mengetahui pengertian telematika.
2.   Mengetahui pengertian google maps.
3.   Mengetahui sejarah singkat google maps.
4.   Mengetahui perkembangan layanan google maps.
5.   mengetahui manfaat layanan google maps.


BAB II Landasan Teori.

Pengertian Telematika
Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis "TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Pertama kali memperkenalkan kata ini adalah penulis buku berjudul “L’informatisation de la Societe” yaitu Simon Nora dan Alain Minc pada tahun 1978. Istilah telematika dari segi hukum adalah perkembangan sistem elektronik berbasis digital antara teknologi informasi dan media yang awalnya masing – masing berkembang secara terpisah. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS" sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication.
Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Menurut Wikipedia, Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika.

Pengertian Google Maps dan Sejarah Singkat Google Maps
Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum.
Google Maps dimulai sebagai program desktop C++, dirancang oleh Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen pada Where 2 Technologies. Pada Oktober 2004, perusahaan ini diakuisisi oleh Google, yang diubah menjadi sebuah aplikasi web. Setelah akuisisi tambahan dari perusahaan visualisasi data geospasial dan analisis lalu lintas, Google Maps diluncurkan pada Februari 2005. Layanan ini menggunakan Javascript, XML, dan AJAX. Google Maps menawarkan API yang memungkinkan peta untuk dimasukkan pada situs web pihak ketiga, dan menawarkan penunjuk lokasi untuk bisnis perkotaan dan organisasi lainnya di berbagai negara di seluruh dunia. Google Map Maker memungkinkan pengguna untuk bersama-sama mengembangkan dan memperbarui pemetaan layanan di seluruh dunia.
Tampilan satelit Google Maps adalah "top-down". Sebagian besar citra resolusi tinggi dari kota adalah foto udara yang diambil dari pesawat pada ketinggian 800 sampai 1.500 kaki (240–460 meter), sementara sebagian besar citra lainnya adalah dari satelit. Sebagian besar citra satelit yang tersedia adalah tidak lebih dari tiga berusia tahun dan diperbarui secara teratur. Google Maps menggunakan varian dekat dari proyeksi Mercator, dan karena itu Google Maps tidak dapat secara akurat menunjukkan daerah di sekitar kutub.

Google Maps untuk seluler dirilis pada bulan September 2008. Pada Agustus 2013, Google Maps bertekad untuk menjadi aplikasi yang paling populer di dunia untuk ponsel cerdas, dengan lebih dari 54% dari pemilik ponsel cerdas di seluruh dunia menggunakannya setidaknya sekali.

Perkembangan Layanan Google Maps
Google Map Dapat Digunakan Petunjuk Arah Diindonesia Semenjak hadirnya teknologi GPS dan berbagai layanan peta digital di perangkat pintar, bisa dikatakan kita sudah semakin jarang bertanya maupun memberi petunjuk jalan kepada orang lain. Di sisi lain, walau GPS dan layanan peta digital semakin populer, bukan berarti konsumen di tanah air, meninggalkan kebiasaan lama saat ingin menuju tempat yang belum diketahui lokasinya.
Bagi anda yang masih suka memanfaat metode bertanya, saat menuju lokasi tertentu, penduduk di Tanah Air memang memiliki ciri khas tersendiri dalam memberi petunjuk arah. Biasanya cara yang digunakan orang Indonesia yakni dengan menandai landmark atau bangunan fisik yang sudah sangat familiar dan jelas secara visual.
Cara orang Indonesia tersebut akhirnya mengilhami Google untuk menerapkan metode serupa, dalam layanan peta digitalnya. Sekarang Google Maps mendukung kemampuan untuk memberikan navigasi arah layaknya kebiasaan pengguna di Indonesia.

Berbagai Macam Layanan dari Google Maps yaitu :
Google Maps Street View
Google Street View merupakan sebuah fitur Google Maps yang diperkenalkan tahun 2007 dan menyediakan pemandangan jalan 360° dan membolehkan pengguna melihat bagian dari kota pilihan mereka dan wilayah metropolitan sekitarnya pada tingkat dasar. Ketika diluncurkan tanggal 25 Mei 2007, hanya lima kota yang dimasukkan. Kemudian berkembang ke lebih dari 40 kota AS, dan meliputi pinggiran kota, dan kota-kota terdekat.
Google Street View, ketika dioperasikan, menampilkan foto yang sebelumnya diambil oleh kamera di atas sebuah kendaraan, dan dapat dijelajahi menggunakan tombol panah di keyboard atau mouse dengan menekan panah di layar. Menggunakan cara ini, foto dapat dilihat dalam berbagai ukuran, dari arah manapun, dan berbagai sudut. Garis yang diperlihatkan di sepanjang jalan menandai arah yang diikuti oleh jalan itu.
Sampai tahun 2016, Perkembangan layanan Google Street View sudah melakukan pengambilan peta jalan dan lokasi lokasi melalui foto kamera dengan lanskap 360°  internet hingga sekitar kurang lebih 75% lokasi tempat yang ada di seluruh dunia yang anda bisa kalian lihat dihalaman Google Street View oleh pengguna dari layanan Google Street View.

Google Earth
Awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, Google Earth dikembangkan oleh Keyhole, Inc., sebuah perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004. Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google Earth tahun 2005, dan sekarang tersedia untuk komputer pribadi yang menjalankan Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux (diluncurkan tanggal 12 Juni 2006) dan FreeBSD. Dengan tambahan untuk peluncuran sebuah klien berbasis update Keyhole, Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web. Peluncuran Google Earth menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe virtual antara tahun 2005 dan 2006, menarik perhatian publik mengenai teknologi dan aplikasi geospasial.
Globa virtual ini memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter. Las Vegas, Nevada dan Cambridge, Massachusetts memiliki resolusi tertinggi, pada ketinggian 15 cm (6 inci). Google Earth memolehkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi.
Google Earth juga memiliki data model elevasi digital (DEM) yang dikumpulkan oleh Misi Topografi Radar Ulang Alik NASA. Ini bermaksud agar kita dapat melihat Grand Canyon atau Gunung Everest dalam tiga dimensi, daripada 2D di situs/program peta lainnya. Sejak November 2006, pemandangan 3D pada pegunungan, termasuk Gunung Everest, telah digunakan dengan penggunaan data DEM untuk memenuhi gerbang di cakupan SRTM.
Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini menambah datanya sendiri dan menjadikan mereka tersedia melalui sumber yang berbeda, seperti BBS atau blog. Google Earth mampu menunjukkan semua gambar permukaan Bumi. dan juga merupakan sebuah klien Web Map Service. Google Earth mendukung pengelolaan data Geospasial tiga dimensi melalui Keyhole Markup Language (KML).
Google Earth memiliki kemampuan untuk memperlihatkan bangunan dan struktur (seperti jembatan) 3D, yang meliputi buatan pengguna yang menggunakan SketchUp, sebuah program pemodelan 3D. Google Earth versi lama (sebelum Versi 4), bangunan 3d terbatas pada beberapa kota, dan memiliki pemunculan yang buruk tanpa tekstur apapun. Banyak bangunan dan struktur di seluruh dunia memiliki detail 3D-nya; termasuk (tetapi tidak terbatas kepada) di negara Amerika Serikat, Britania Raya, Irlandia, India, Jepang, Jerman, Kanada, Pakistan dan kota Amsterdam dan Alexandria. Bulan Agustus 2007, Hamburg menjadi kota pertama yang seluruhnya ditampilkan dalam bentuk 3D, termasuk tekstur seperti facade. Pemunculan tiga dimensi itu tersedia untuk beberapa bangunan dan struktur di seluruh dunia melalui Gudang 3D Google dan situs web lainnya.
Google Maps, Timelapse https://earthengine.google.com/timelapse/
Timelapse mungkin bukan suatu produk dari google maps melainkan dari engine google earth yang dibuat oleh Google. Timelapse merupakan layaknya sebuah peta digital yang sama seperti tampilan google maps namun memiliki suatu perbedaan dimana aplikasi ini seolah memberikan layanan infomarsi dari setiap seluruh tempat didunia berdasarkan waktu berjalan dari penggambaran satelit fotografi yang memotret sepanjang waktu dengan contoh Kota Jakarta terlihat dari atas langit yang diperlihatan dari tahun 1988 sampai 2016.
Manfaat Layanan Google Maps
Manfaat layanan dari aplikasi Google Maps antara lain :
1.   Mempercepat pencarian sebuah lokasi dalam waktu yang singkat. Karena dengan tekhnologi digital sistem pencarian akan berlangsung dengan cepat.
2.   Membantu seseorang yang sedang bepergian untuk mencari jalan yang cepat pada lokasi yang hendak ditujunya.
3.   Mempermudah sistem penyimpanan peta. Karena dengan teknologi digital menjadikan kita tidak perlu ruang yang khusus untuk menyimpan sebuah peta. Sebab dalam google map ini data disimpan dalam bentuk digital.
4.   Bisa diakses dari mana saja. Dengan tekhnologi internet, menjadikan kita bisa mengakses peta tersebut dari berbagai tempat yang memiliki fasilitas internet.
5.   Mengetahui tempat tempat baru yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya.
6.   Adanya pembaharuan data yang lebih cepat daripada menggunakan peta konvensional.










BAB III
Kesimpulan
Layanan Google Maps dan aplikasi serupa sepertinya adalah layanan yang sangat baik dan bijak jika digunakan dalam banyak hal dalam satu contoh pada saat perjalanan ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi, dengan seiring teknologi dan informasi layanan google maps memberikan kita kemudahan dengan aplikasinya kita dapat mengetahui arah tujuan kita menuju sebuah tempat yang akan dikunjungi tanpa rasa takut buta arah tujuan.
Dengan layanan akses internet Google Maps memberikan layanan serupa dengan GPS secara realtime yang mana sudah dilakukan pembahuruan dari layanannya.

Saran
Gunakan aplikasi Google Maps sebagai aplikasi peta digital anda dan gunakan dengan bijak dengan aplikasi ini sebagai pembaca makalah ini.



Daftar Pustaka





Jumat, 13 Januari 2017

Tugas Individu 4 : Google Earth Streetview dan Timelapse

Pembahasan Google Earth
Tugas 4 - Pengantar Telematika

       Google Earth merupakan aplikasi buatan perusahaan google seperti google map namun aplikasi Google Earth ini mengibaratkan model globe planet bumi yang mana aplikasi ini dulu dibuat komersial dan sekarang menjadi gratis pada bulan bulan awal tahun 2015. Karena dapat digunakan banyak bidang teknologi informasi yaitu seperti mencari wilayah, tata letak, astronomi dan masih banyak lagi. Google earh menggunakan satelit fotografi resolusi tingkat tinggi untuk menangkap foto - foto dari atas bumi yang sangat jelas terlihat pada aplikasi google earth, hingga sekarang aplikasi google earth bisa digunakan diberbagai macam perangkat sistem operasi seperti windows, linux, macintos maupun sistem operasi berbasis mobile seperti android dan iOS.  


Perkembangan teknologi google earth pada sampai akhir 2016 adalah :

Google Earth, Google Map Streetview. https://www.google.co.id/intl/id/streetview/

Aplikasi ini hampir seperti google map namun dibuat menggunakan kendaraan fotografi google yang membawa kamera yang berjalan untuk pengambilan informasi berupa foto realitas yang dilihat dari nama-nama jalan dari sebuah wilayah contohnya perkotaan, sebuah kompleks perumahan, wisata dan lainnya. Streetview ini sudah hampir 75% informasi foto realitas dari jalan-jalan diseluruh dunia yang telah dibuat.
Google Earth, Timelapse   https://earthengine.google.com/timelapse/
               
        Aplikasi Timelapse dari google earth ini merupakan aplikasi yang dibuat oleh satelit fotografi yang mana memuat informasi berupa foto dari sebuah tempat seperti desa, kota, negara atau wilayah manapun secara berkala contohnya lansekap foto negara indonesia khususnya kota bekasi dari satelit per tahun 1990 sampai 2016 namun foto yang dilihatkan pada timelapse tidak terlalu bagus kualitasnya namun dapat memberikan gambaran informasi yang sangat bagus.
Di dalam teknologi telematika, google earth digunakan sama halnya seperti aplikasi google maps yang mana mencari informasi tata letak sebuah tempat atau wilayah untuk ditempati dan dikunjungi atau melihat keindahan tempat tersebut menggunakan google earth, streetview digunakan mencari jalan ketempat yang akan dikunjungi yang lebih cepat dan timelapse dapat digunakan dalam strategis pembangunan tempat tinggal dan dapat juga digunakan pemerintah untuk membuat jalur lalu lintas maupun sarana-sarana yang tempat tersebut yang sangat strategis dibuat pembangunan infrastrukturnya.

Daftar Pustaka dan Referensi :

Selasa, 29 November 2016

Makalah COBIT 5 : Access Control COBIT Regulatory & Compliance

REGULATORY & COMPLIANCE



COBIT 5

Kelas : 4 KA 32
Anggota Kelompok :
1. Franky Manaex M S (13113572)
2. Damar Wisnutama  (11113984)
3. Hardi Setiawan  (13113912)
4. Syabilla Putri Anjani (18113722)


Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
2016
Control Objective for Information and related Technology
(COBIT)

Definisi
Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association) pada tahun 1996. hingga saat artikel ini dimuat setidaknya sudah ada 5 versi COBIT yang sudah diterbitkan, versi pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0 di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang di rilis baru-baru saja.

COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.

Siapa saja yang menggunakan COBIT? COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas, kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.

Cobit memiliki 4 Cakupan Domain :
1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise)
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

Keempat domain tersebut diatas kemudian dijabarkan menjadi 34 faktor resiko yang harus dievaluasi jika ingin diperoleh suatu kesimpulan mengenai seberapa besar kepedulian manajemen terhadap teknologi informasi, serta bagaimana teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi.


COBIT IT Processes Defined Withen The Four Domain


Gambar Kerangka COBIT


PLANNING AND ORGANISATION (PO)
1

2

3
4

5
6

7
8

9
10
11
P01

P02

PO3
PO4

PO5
PO6

PO7
PO8

PO9
PO10
PO11
Menetapkan Rencana Strategis Teknologi Informasi (Define a Strategic IT Plan)
Menetapkan Arsitektur Informasi (Define the Information Architecture)
Menetapkan Arah Teknologi (Determine Technological Direction)
Menetapkan Organisasi TI dan Hubungannya (Define the IT Organisation and Relationships)
Mengatur Investasi TI (Manage the IT Investment)
Mengkomunikasikan Tujuan dan Arahan Manajemen (Communicate Management Aims and Direction)
Mengelola Sumberdaya Manusia (Manage Human Resources)
Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan-kebutuhan eksternal (Ensure Compliance with External Requirements)
Menilai Resiko (Assess Risks)
Mengatur Proyek (Manage Projects)
Mengatur Kualitas (Manage Quality)


ACQUISITION AND IMPLEMENTATION (AI)
12

13

14

15

16
17
AI1

AI2

AI3

AI4

AI5
AI6
Identifikasi solusi-solusi otomatisasi (Identify Automated Solutions)
Memperoleh dan memelihara Perangkat Lunak Aplikasi (Acquireand Maintain Application Software)
Memperoleh dan memelihara Infrastruktur Teknologi (Acquire and Maintain Technology Infrastructure)
Mengembangkan dan memelihara prosedur (Develop and Maintain Procedures)
Instalasi dan pengakuan sistem (Install and Accredit Systems)
Mengatur Perubahan (Manage Changes)

DELIVERY AND SUPPORT (DS)

18

19
20

21
22
23

24
25

26
27

28
29
30
DS1

DS2
DS3

DS4
DS5
DS6

DS7
DS8

DS9
DS10

DS11
DS12
DS13
Menetapkan dan mengatur tingkatan pelayanan (Define and Manage Service Levels)
Mengelola layanan pihak ke tiga (Manage Third-Party Services)
Mengelola kapasitas dan kinerja (Manage Performance and Capacity)
Menjamin layanan berkelanjutan (Ensure Continuous Service)
Menjamin keamanan sistem (Ensure Systems Security)
Mengidentifikasikan dan mengalokasikan biaya (Identify and Allocate Costs)
Mendidik dan melatih user (Educate and Train Users)
Membantu dan memberikan masukan kepada pelanggan (Assist and Advise Customers)
Mengelola konfigurasi (Manage the Configuration)
Mengelola kegiatan dan permasalahan (Manage Problems and Incidents)
Mengelola Data (Manage Data)
Mengelola Fasilitas (Manage Facilities)
Mengelola Operasi (Manage Operations)

MONITORING (M)
31
32

33
34
M1
M2

M3
M4
Mengawasi proses (Monitor the Processes)
Menilai kecukupan pengendalian internal (Assess Internal Control Adequacy)
Memperoleh jaminan independen (Obtain Independent Assurance)
Menyediakan Audit Independen (Provide for Independent Audit)

Secara keseluruhan 34 proses diataslah yang digunakan sebagai panduan dalam menangani masalah tata kelola IT atau pembuatan IT strategic plan, meskipun dalam prakteknya tidak mesti menggunakan 34 proses tersebut karena proses-proses tersebut menyesuaikan dengan kondisi organisasi.
Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang. Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
Penerapan yang tepat pada tata kelola TI di suatu lingkungan Enterprise, tergantung pada pencapaian tiga aspek maturity (kemampuan, jangkauan dan kontrol). Peningkatan maturity akan mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi, mendorong berkurangnya kesalahan dan meningkatkan kuantitas proses yang dapat diperkirakan kualitasnya dan mendorong efisiensi biaya terkait dengan penggunaan sumber daya TI.
Maturity model dapat digunakan untuk memetakan :
1.      Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
2.      Status standart industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
3.      Status standart internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
4.      Strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan)

Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity dibagi menjadi 6 level :
1.      Level 0 (Non-existent)
Perusahaan tidak mengetahui sama sekali proses teknologi informasi di perusahaannya.

2.      Level 1 (Initial Level)
Pada level ini, organisasi pada umumnya tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru. Ketika suatu organisasi kelihatannya mengalami kekurangan pengalaman manajemen, keuntungan dari mengintegrasikan pengembangan produk tidak dapat ditentukan dengan perencanaan yang tidak efektif, respon sistem. Proses pengembangan tidak dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi selama pengerjaan berjalan beberapa form dari satu proyek ke proyek lain. Kinerja tergantung pada kemampuan individual atau term dan variasi dengan keahlian yang dimilikinya. 
3.      Level 2 (Repeatable Level)
Pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan selalu dijaga agar dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan. 
4.      Level 3 (Defined Level)
Pada level ini, proses standar dalam pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif. Suatu proses yang telah didefenisikan dengan baik mempunyai karakteristik; readiness criteria, inputs, standar dan prosedur dalam mengerjakan suatu proyek, mekanisme verifikasi, output dan kriteria selesainya suatu proyek. Aturan dan tanggung jawab yang didefinisikan jelas dan dimengerti. Karena proses perangkat lunak didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan yang baik mengenai kemajuan proyek tersebut. Biaya, jadwal dan kebutuhan proyek dalam pengawasan dan kualitas produk yang diawasi. 
5.      Level 4 (Managed Level)
Pada level ini, organisasi membuat suatu matrik untuk suatu produk, proses dan pengukuran hasil. Proyek mempunyai kontrol terhadap produk dan proses untuk mengurangi variasi kinerja proses sehingga terdapat batasan yang dapat diterima. Resiko perpindahan teknologi produk, prores manufaktur, dan pasar harus diketahui dan diatur secara hati-hati. Proses pengembangan dapat ditentukan karena proses diukur dan dijalankan dengan limit yang dapat diukur.
6.      Level 5 (Optimized Level)
Pada level ini, seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus. Teknologi informasi sudah digunakan terintegrasi untuk otomatisasi proses kerja dalam perusahaan, meningkatkan kualitas, efektifitas, serta kemampuan beradaptasi perusahaan. Tim pengembangan produk menganalisis kesalahan dan defects untuk menentukan penyebab kesalahannya. Proses pengembangan melakukan evaluasi untuk mencegah kesalahan yang telah diketahui dan defects agar tidak terjadi lagi.


Access control dalam COBIT :
1. Audit & Assurance
2. Risk Management
3. Information Sequrity
4. Regulatory & Compliance
5. Government Of Enterprise IT


Regulatory & Compliance

Bagaimana COBIT digunakan untuk Regulatory & Compliance?
Perusahaan publik yang diperdagangkan sering menggunakan COBIT untuk membantu dalam proses kepatuhan Sarbanes-Oxley Act. Undang-undang mengharuskan kepala eksekutif perusahaan publik untuk membuktikan keakuratan informasi dalam laporan keuangan mereka, yang memerlukan proses IT yang handal dan kontrol.

Sebagai COBIT 5 Task Force co-chair Derek Oliver dicatat ketika kerangka diperbarui dirilis, Sarbanes-Oxley adalah "tentang tata kelola perusahaan, tetapi jika Anda bisa mendapatkan TI yang tepat, yang benar-benar mendorong persyaratan kepatuhan untuk Sarbanes Oxley. Salah satu prinsip COBIT 5 bekerja untuk memenuhi kebutuhan stakeholder. Ketika Anda sedang melihat COBIT, Anda katakan, siapa stakeholder? satu pemangku kepentingan bisa menjadi badan pengawas. "



Ø  Compliance memastikan bahwa organisasi memiliki proses dan pengendalian internal untuk memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh badan pemerintah, regulator, mandat industri atau kebijakan internal.

Compliance atau kepatuhan : Sebuah inisiatif untuk mematuhi peraturan biasanya dimulai sebagai proyek sebagai perusahaan ras untuk memenuhi tenggat waktu untuk mematuhi peraturan itu. Proyek-proyek ini mengkonsumsi sumber daya yang signifikan sebagai memenuhi tenggat waktu menjadi tujuan yang paling penting. Namun, kepatuhan bukan peristiwa satu kali - organisasi menyadari bahwa mereka perlu untuk membuatnya menjadi sebuah proses berulang, sehingga mereka dapat terus mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan yang dengan biaya lebih rendah daripada batas waktu pertama. Ketika sebuah organisasi adalah berurusan dengan beberapa peraturan pada saat yang sama, proses yang efisien mengelola sesuai dengan masing-masing inisiatif ini sangat penting, atau yang lain, biaya bisa lepas kendali dan risiko non-kepatuhan meningkat. Proses kepatuhan memungkinkan organisasi untuk membuat kepatuhan berulang dan karenanya memungkinkan mereka untuk mempertahankan itu secara terus-menerus dengan biaya lebih rendah.


Kemampuan dari solusi Kepatuhan mencakup :
·         Kontrol fleksibel hierarki
·         Penilaian dan audit
·         Pelacakan masalah dan remediasi
·         Analitik

Deskripsi proses :

               Memantau dan Evaluate Effective pengawasan kepatuhan memerlukan pembentukan proses review untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum, peraturan dan persyaratan kontrak. Proses ini meliputi identifikasi persyaratan kepatuhan, mengoptimalkan dan mengevaluasi respon, memperoleh jaminan bahwa persyaratan telah dipenuhi dan, akhirnya, mengintegrasikan TI kepatuhan pelaporan dengan sisa bisnis.


      


               Kontrol atas proses TI Memastikan kepatuhan dengan persyaratan eksternal yang memenuhi kebutuhan bisnis untuk TI memastikan kepatuhan terhadap hukum, peraturan dan persyaratan kontrak dengan berfokus pada mengidentifikasi semua hukum, peraturan dan kontrak dan tingkat yang sesuai kepatuhan IT dan mengoptimalkan proses IT untuk mengurangi risiko ketidakpatuhan dicapai dengan:

·         Mengidentifikasi persyaratan hukum, peraturan dan kontrak yang berhubungan dengan  
   IT
·         Menilai dampak dari persyaratan kepatuhan
·         Pemantauan dan pelaporan kepatuhan dengan persyaratan ini

Dan diukur dengan

·         Biaya IT non-kepatuhan, termasuk pemukiman dan denda
·         Rata-rata lag waktu antara identifikasi masalah kepatuhan eksternal dan resolusi
·         Frekuensi ulasan kepatuhan


Bagaimana COBIT membantu organisasi memenuhi dalam Regulatory & Compliance ?
Banyak organisasi yang membutuhkan bantuan guna memenuhi persyaratan kinerja dan kepatuhan atau compliance. Sebuah perusahaan konsultan di Uni Emirat Arab bekerja dengan tiga organisasi yang berbeda untuk membantu setiap organisasi yang bertemu dengan tata kelola, risiko dan kepatuhan persyaratan (GRC). Organisasi termasuk sebuah organisasi pemerintah (5,000-plus karyawan dengan anggota staf TI 170-plus), lembaga keuangan besar (8,000-plus karyawan, beroperasi di 3 negara dengan anggota staf TI 250-plus) dan konglomerat besar (25,000-plus karyawan, beroperasi di 10 negara dengan anggota staf TI 200-plus).
Konsultan ditentukan bahwa cara terbaik untuk membantu nasabah-nasabah tersebut bergerak dari mana mereka adalah untuk memenuhi syarat-syarat GRC adalah dengan menggunakan COBIT 5. Gambar 1 menunjukkan kebutuhan dari klien dan mengapa COBIT 5 bertekad untuk menjadi kerangka terbaik untuk mempekerjakan.

Setiap organisasi memiliki prioritas yang perlu diperhatikan. Beberapa isu-isu lebih penting yang umum untuk semua organisasi 3 adalah:
  • Memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan
  • Melakukan end-to-end proses penilaian kemampuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan area membutuhkan perbaikan
  • Mengembangkan kerangka kerja manajemen risiko
  • Paling penting, kebutuhan untuk membawa semua fungsi individu didalamnya menjadi umum, terintegrasi model
Salah satu organisasi telah menggunakan COBIT 4.1 selama 3 tahun, dan bermigrasi ke COBIT 5 juga bagian dari persyaratan. Yang mana COBIT 5 merupakan sebagai proses pedoman  dan model penilaian kemampuan, lalu COBIT 4.1 dan Risk IT yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan klien.
Mendapatkan dukungan dari manajemen
Stakeholder tahu bahwa menerapkan perubahan kritis dalam setiap organisasi membutuhkan pemahaman dan dukungan dari manajemen senior. Dalam kasus ini, bahwa dukungan adalah penting. Dukungan dari manajemen senior diperoleh dengan mengidentifikasi daerah sakit bisnis dan pemetaan mereka untuk COBIT untuk menjelaskan perlunya kontrol-driven ITU.
Organisasi juga digunakan COBIT 5 tujuan cascade mekanisme untuk menjelaskan bagaimana proyek-proyek ini akan lebih menyelaraskan dengan tujuan bisnis. Organisasi menunjukkan pentingnya pendekatan holistik — salah satu COBIT 5 prinsip (gambar 2) — untuk meningkatkan kinerja itu.
Figure 2—COBIT 5 Principles

Source: ISACA, COBIT 5, USA, 2012
Setiap organisasi memiliki tujuan yang sama. Masing-masing yang diperlukan untuk menerapkan kosa kata umum antara semua fungsi — untuk memenuhi kebutuhan kinerja bisnis dan mencapai persyaratan peraturan kepatuhan dan audit.
COBIT diidentifikasi sebagai kerangka untuk memenuhi tujuan dari organisasi, dan cascade tujuan yang digunakan untuk mengidentifikasi proses yang tepat.
Mencapai tujuan
Dalam setiap kasus, organisasi yang menggunakan pendekatan yang sama untuk mencapai tujuan mereka. Pertama, mereka tampil penilaian kemampuan proses awal untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan risiko mereka. Dari sana, paling penting proses dan kontrol (practices) untuk meningkatkan dan fokus yang dipilih. Prioritas diberikan kepada kepatuhan dan audit persyaratan. Peta jalan ini kemudian dikembangkan untuk meningkatkan proses (proyek jangka pendek dan jangka panjang).
Untuk setiap organisasi, peningkatan perjalanan dimulai dengan mengembangkan grafik yang bertanggung jawab, akuntabel, Consulted dan informasi (RACI) untuk menetapkan peran dan tanggung jawab, mendokumentasikan kebijakan dan prosedur. Lebih fokus diberikan kepada organisasi perubahan manajemen melalui kesadaran sesi, sesi kereta pelatih untuk personel kunci dan sering meninjau kemajuan.
Gambar 3 menunjukkan contoh bagaimana suatu proses tertentu atau masalah ditangani dan diperbaiki. Proyek sistem dan manajemen siklus hidup pengembangan perbaikan (SDLC) telah dipetakan ke COBIT 5 proses dan tujuan pengendalian.
Figure 3—Mapping Program and Project Management to COBIT Processes and Control Objectives
Domain
Process ID
Process Description
Program and Project
Management
APO06
Manage budget and costs
APO07
Manage human resources
APO08
Manage relationships
APO10
Manage suppliers
BAI01
Manage programs and project
BAI02
Manage requirements definition
BAI03
Manage solutions identification and build
BAI06
Manage changes
BAI07
Manage change acceptance and transitioning
DSS01
Manage operations
MEA01
Monitor, evaluate and assess performance and conformance
Source: Global Success System FZ LLC. IT Domain mapped to COBIT Processes. Reprinted with permission.

Regulatory compliance requirements juga telah dipetakan ke COBIT proses dan kontrol (figure 4).

Figure 4—Mapping Regulatory Compliance Requirements to COBIT Processes and Control Objectives
Domain
Process ID
Process Description
Information Security
Regulations
APO13
Manage security
BAI09
Manage assets
APO12
Manage risk
DSS02
Manage service requests and incidents
DSS03
Manage problems
DSS05
Manage security services
DSS01
Manage operations
APO01
Manage the IT management framework
DSS04
Manage continuity
BAI01
Manage programs and projects
BAI02
Manage requirements definition
BAI03
Manage solutions identification and build
BAI07
Manage change acceptance and transitioning
DSS05
Manage security services

Process RACI charts, organization structure
MEA01
Monitor, evaluate and assess performance and conformance
MEA02
Monitor, evaluate and assess the system of internal control
Source: Global Success System FZ LLC. Regulatory Compliance Requirements mapped to COBIT Processes. Reprinted with permission.
Sebagai hasilnya, model (figure 5) diproduksi, dari yang COBIT dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan IT performance and compliance requirements klien.

Figure 5—Meeting IT Performance, Audit and Compliance Requirements Model

Source: Global Success System FZ LLC. Integrated IT Performance and Compliance Model. Reprinted with permission.

Model terpadu satu ini membantu organisasi untuk memprioritaskan tujuan mereka dan memilih proses yang tepat dan praktek-praktek untuk memenuhi kinerja TI dan kepatuhan peraturan persyaratan mereka.


Daftar Pustaka :